MAULID NABI UNTUK MENGINGAT SURI TAULADAN RASULULLAH

Pentak Abd (16/1). Peringatan Maulid Nabi, merupakan tradisi yang
sudah kental dan memasyarakat di kalangan umat muslim, sehingga setiap
kali datang bulan Maulid, umat Islam senantiasa merayakannya dengan
berbagai kegiatan, dengan tujuan untuk mengingat kembali suri tauladan
Rasulullah dalam memperjuangkan peradaban umat manusia, yang sangat
bermanfaat untuk mengangkat harkat dan martabat umat manusia, demikian
penjelasan sambutan Komandan Lanud Abd Saleh yang dibacakan oleh
Komandan Skadron Udara 32 Letkol Pnb Reza Rasyid dalam peringatan Maulid
Nabi Muhammad SAW di Masjid Baiturrachman Lanud Abd Saleh. (16/1).
Lebih
lanjut dikatakan, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW saat ini,
merupakan suatu peristiwa yang sangat penting, apalagi saat ini bangsa
kita dihadapkan dengan kenyataan sulitnya mencari sosok manusia yang
layak menjadi teladan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Oleh
karena itu, dengan peringatan Maulid Nabi ini di harapkan umat Islam
dapat menangkap nilai-nilai yang terdapat di dalam perjalanan hidup Nabi
Muhammad SAW, untuk kemudian di jadikan “Uswah” atau suri tauladan
dalam kehidupan kita sehari-hari.
Komandan Lanud Abd mengajak kepada
seluruh anggota Lanud Abd Saleh beserta jajarannya untuk menjadikan
momentum ini sebagai pedoman dalam bersikap dan bertindak untuk selalu
meneladani perilaku Rasulullah, sehingga kita mempunyai perilaku yang
baik dan sikap mental yang tangguh dalam setiap melaksanakan tugas.
Meneladani kehidupan Rasulullah tidak mungkin terlaksana tanpa
mengetahui apa yang akan diteladani, dalam konteks inilah sangat perlu
mempelajari sejarah Nabi Muhammad SAW secara detail dan lengkap,
sehingga akan membawa jati diri yang baik sebagai prajurit TNI AU Lanud
Abd Saleh.
Selanjutnya Drs. H. Khusnul Fatoni Efendi, M.Ag selaku
penceramah peringatan Maulid Nabi ini turut menjelaskan tentang
perjalanan kehidupan Rasulullah dari awal hingga akhir. “di dalam
peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini tidak hanya diperingati secara
seremonial saja akan tetapi harus benar-benar diresapi dan dilaksanakan
dalam kehidupan yang nyata agar hasil dari hikmah peringatan Maulid Nabi
ini dapat menjadi panduan interaksi dan komunikasi bagi manusia.
Rasulullah diutus di bumi ini untuk membangun iman karena berdasarkan
fakta sejarah selama 700 tahun kehidupan manusia di bumi tidak ada yang
membimbing sehingga saat itu manusia mencari-cari tuhan sesuai dengan
keyakinanannya seperti menyembah matahari, api, patung dan lain
sebagainya. Oleh karena itulah Nabi Muhammad SAW lahir di bumi ini untuk
menyampaikan kalimat tauhit dengan meluruskan keimanan bagi manusia,
dan apa yang telah diajarkan Rasulullah tidak berhenti dan diteruskan
oleh umat Muslim di dalam menegakkan keimanan yang merupakan rakhmat
Allah SWT.
Dikatakan pula bahwa Iman adalah satu-satunya milik Allah
yang tidak diminta kembali. Sementara pemberian Allah lainnya seperti
harta dan jabatan tidak akan abadi dan akan kembali kepada Allah SWT.
Maka tugas kita adalah memelihara iman kita termasuk iman keluarga dan
masyarakat. Jika iman itu lekat dengan kepribadian manusia maka kita
tidak mudah terpengaruh dan terjerumus ke dalam dosa. Jadilah manusia
yang selalu menegakkan kebenaran, selalu jujur dan menjadi pengayom bagi
keluarga dan masyarakat. “sebaik-baik manusia adalah yang memberi
manfaat kepada orang lain” artinya kita sebagai manusia tidak boleh
saling merugikan dan menindas akan tetapi kita harus saling peduli dan
melindungi sesama. Dipundak kita memikul tanggung jawab misi menyebarkan
ajaran Rasulullah dan saling mencintai serta saling menyayangi juga
selalu menebarkan salam dan senyum.
Malang, Januari 2014
Kepala Pentak
Sutrisno, S.Pd, M.Si.
Letkol Sus NRP 524577
Tidak ada komentar:
Posting Komentar