PESAWAT MALANG AIR EMERGENCY DI BANDARA ABDSALEH

Pentak (30/12). Pesawat Malang Air 7710 posisi heading inbound 11 mil
menuju Abd VOR mengalami emergency pada indikator roda pendaratan
belakang sebelah kanan tidak bisa terkunci dan ada asap pada kabin,
meminta pendaratan darurat runway 35. Air Trafick Control (ATC) menerima
informasi dan memberikan arah dan kecepatan angin kepada pesawat.
Selanjutnya ATC menghubungi Komandan Lanud Abd Saleh, Ka UPT Bandara,
Kasi Kam dan Kespen UPT.
Sejalan dengan itu, Pesawat yang
membawa 102 orang penumpang tersebut mendapat pertolongan dari unit
Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran yang langsung
meluncur untuk memadamkan api di pesawat. Unit lain juga ikut membantu
untuk mengevakuasi korban, seluruh personil dan perlengkapan di Bandara
Abdulrachman Saleh dikerahkan. Berbagai langkah evakuasi dan
penanganan pesawat maupun penumpang dilakukan dengan sangat sigap dan
cepat. Demikian skenario Latihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD),
di Bandara Abdulrachman Saleh Malang (30/12).
Latihan tersebut
dimaksudkan untuk menguji kehandalan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia
(SDM) dan mengecek peralatan perlengkapan sekaligus sebagai proses
pembelajaran kepada personel Bandara agar selalu siap siaga dalam
menjalankan tugasnya masing-masing dengan kondisi apapun di lapangan,
Dalam
latihan PKD yang melibatkan 150 personil gabungan yang berasal dari
unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PK-PPK),
POM TNI AU Lanud Abd Saleh, Maskapai, dan pihak terkait lainnya.
Diasumsikan pesawat Malang Air jenis boeing 737 300, dengan nomor
penerbangan 7710 take off dari Jakarta menuju Bandara Abdulrachman Saleh
Malang, mencoba kontak dengan radio Bandara Abdulrachman Saleh. pilot
menghubungi menara kontrol Lanud Abd Saleh untuk melakukan pendaratan
menggunakan landasan pacu (runway) 35.
Kepala Dinas Operasi
(Kadisops) yang turut menyaksikan latihan tersebut mengatakan, bahwa
latihan ini, bisa menyempurnakan sistem penanggulangan keadaan darurat
(airport emergency plan) di Bandara Abdulrachman Saleh. Di dalam setiap
Penanggulangan Keadaan Darurat, diperlukan koordinasi yang baik dari
segala pihak. Termasuk juga koordinasi terkait lalu lintas di jalan raya
karena salah satunya menyangkut kehadiran tim kesehatan dari rumah
sakit terdekat, tambah Kadisops.
Pelatihan yang dilaksanakan
setiap dua tahun ini bertujuan untuk menekan angka korban atau bahkan
dihindari sedini mungkin jika terjadi keadaan darurat di bandara. selain
itu untuk mengevaluasi kinerja bandara Abdulrachman Saleh, baik dari
segi Sumber Daya Manusianya, maupun peralatan dan perlengkapan yang
digunakan.
Malang, Desember 2013
Kepala Pentak
Sutrisno, S.Pd, M.Si.
Letkol Sus NRP 524577
Tidak ada komentar:
Posting Komentar